Berita

Seminar Pengelolaan Sampah di Poltekpar Lombok Tekankan Peran Rumah Tangga dan Dharma Wanita
Blog Single

Seminar Pengelolaan Sampah di Poltekpar Lombok Tekankan Peran Rumah Tangga dan Dharma Wanita

Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menggelar Seminar Pengelolaan Sampah (14 November 2025), yang dihadiri oleh Direktur Poltekpar Lombok, Ali Muhtasom, Ketua Dharma Wanita Persatuan Poltekpar, Arnie Ali Muhtasom, seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Poltekpar, serta menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Tengah, L. Sarkin Junaidi, sebagai pemateri.

Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung dan daring sebagai bentuk komitmen Poltekpar Lombok dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Direktur Poltekpar menegaskan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan dan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kampus. Ia menyebutkan bahwa permasalahan sampah merupakan isu global yang perlu ditangani secara serius, terlebih NTB menghasilkan sekitar 300 ton sampah per hari, dengan 30 ton di antaranya berasal dari Lombok Tengah. “Sebanyak 70 persen sampah berasal dari rumah tangga, sehingga sangat relevan jika pengelolaan sampah dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Poltekpar Lombok, lanjutnya, telah memulai langkah nyata melalui pengelolaan sampah berbasis maggot. Ia juga menilai bahwa ibu-ibu, terutama Dharma Wanita, adalah ujung tombak dalam keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat keluarga. Ia berharap bahwa program ini bukan hanya seremonial, tetapi harus diimplementasikan secara nyata di lingkungan rumah. 

Sementara itu, Kepala DLH Lombok Tengah, L. Sarkin Junaidi, memaparkan bahwa terdapat tiga jenis sampah yang perlu dikenali masyarakat, yaitu sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun), organik, dan anorganik. Berdasarkan data BPS 2025, Lombok Tengah yang berpenduduk 1.129.778 jiwa menghasilkan sekitar 564.889 kilogram sampah per hari, namun yang masuk ke TPAS hanya sekitar 80 ton. Sisanya banyak yang menumpuk di sungai dan lingkungan pemukiman.

Lalu Sarkin menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah dan aktif dalam program bank sampah yang telah disediakan pemerintah daerah. Ia juga mengajak peserta menjadi pelopor kampanye peduli lingkungan, mengingat dampak besar yang ditimbulkan jika sampah tidak dikelola dengan baik.

“Dengan pengelolaan sampah yang benar, kita dapat mewujudkan suasana Sapta Pesona: aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip 3T: tepat waktu, taat tempat, dan tata cara dalam membuang sampah.

Seminar ini diharapkan menjadi momentum bagi Dharma Wanita Poltekpar Lombok untuk berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di Lombok Tengah. Dengan keterlibatan berbagai pihak, program pengelolaan sampah diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan. (*)

Related Posts: