Berita

Suksesnya Puncak Bau Nyale 2026 Tinggalkan Tantangan Sampah, DLH Lombok Tengah Laksanakan Aksi Clean Up
Blog Single

Suksesnya Puncak Bau Nyale 2026 Tinggalkan Tantangan Sampah, DLH Lombok Tengah Laksanakan Aksi Clean Up

Suksesnya pelaksanaan acara puncak Bau Nyale yang digelar pada 7–8 Februari 2026 di Pantai Seger Kabupaten Lombok Tengah tidak hanya menjadi magnet wisata dan budaya yang menyedot ribuan pengunjung, namun juga menyisakan tantangan serius berupa tumpukan sampah di sejumlah titik lokasi kegiatan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah bergerak cepat dengan melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan (clean up) pada Minggu, 8 Februari 2026. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.00 WITA hingga pukul 16.00 WITA dan menyasar area-area utama yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama perhelatan Bau Nyale berlangsung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi, menyampaikan bahwa kegiatan clean up ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya setelah kegiatan berskala besar yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Acara Bau Nyale berjalan dengan aman, tertib, dan meriah. Namun konsekuensi dari keramaian tentu menghasilkan volume sampah yang cukup besar. Karena itu kami langsung melakukan penanganan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang berkepanjangan,” jelasnya.

Dari hasil kegiatan pembersihan tersebut, petugas kebersihan berhasil mengumpulkan total sampah mencapai sekitar 6 ton sampah organik, yang didominasi oleh sisa makanan dan material alami. Selain itu, turut terkumpul sampah anorganik seberat 487 kilogram yang terdiri dari sampah plastik serta kertas dan karton bekas kemasan.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan clean up, DLH Lombok Tengah menurunkan sekitar 50 orang petugas kebersihan yang bekerja secara gotong royong di lapangan. Para petugas tersebut dibantu oleh empat armada kendaraan pengangkut sampah, yakni satu unit dump truck, satu unit armroll, serta dua unit kendaraan pick up.

Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada titik-titik yang mengalami penumpukan sampah paling signifikan, seperti area pantai, jalur akses pengunjung, serta lokasi-lokasi aktivitas utama masyarakat selama tradisi Bau Nyale berlangsung.

DLH Lombok Tengah juga mengapresiasi dedikasi para petugas kebersihan yang tetap bekerja maksimal di tengah kondisi cuaca dan volume sampah yang cukup besar. Menurutnya, peran petugas kebersihan sangat vital dalam memastikan wajah daerah tetap bersih dan nyaman pasca kegiatan besar.

Lebih lanjut, DLH mengimbau kepada masyarakat dan pengunjung agar ke depan semakin meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah secara bijak, termasuk dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mulai membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Kegiatan budaya seperti Bau Nyale adalah kebanggaan kita bersama. Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama agar tradisi ini tetap lestari dan ramah lingkungan,” pungkasnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan clean up ini, diharapkan kawasan lokasi Bau Nyale kembali bersih dan nyaman, sekaligus menjadi evaluasi bersama dalam pengelolaan sampah pada pelaksanaan event-event besar di Kabupaten Lombok Tengah ke depan. (*)

Related Posts: