Monev Komisi III, DLH Membutuhkan Alat Berat dan Penambahan Depo Untuk Maksimalkan Penanganan Sampah
Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Tengah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pengelolaan sampah dengan mengunjungi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berlokasi di Kelurahan Prapen, Selasa (14/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk mengecek secara langsung kondisi TPS beserta sarana dan prasarana penunjang yang ada di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan menemukan sejumlah persoalan krusial, di antaranya kondisi kontainer sampah yang sudah mengalami kerusakan dan tidak layak pakai. Selain itu, keberadaan TPS yang berdekatan dengan permukiman warga juga menjadi sorotan utama karena menimbulkan keluhan masyarakat, terutama terkait bau tidak sedap dan potensi gangguan kesehatan.
Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Tengah, Agus Azhar, menegaskan bahwa perbaikan sarana menjadi hal yang mendesak untuk segera dilakukan. Ia meminta agar kontainer-kontainer sampah yang rusak dapat segera diperbaiki atau diganti sehingga tidak menghambat proses pengangkutan sampah. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penataan TPS agar lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.
“Minimal harus ada pagar di area TPS, sehingga kendaraan pengangkut sampah tidak keluar masuk sembarangan dan mengganggu lingkungan sekitar,” tegasnya.
Senada dengan itu, anggota Komisi III lainnya, Lalu Yudhistira dan Suhaidi, mengusulkan agar lokasi TPS di Kelurahan Prapen dapat dipindahkan ke tempat yang lebih representatif dan jauh dari permukiman warga. Menurut mereka, penataan ulang lokasi TPS merupakan solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah, Sarkin Junaidi, menjelaskan bahwa volume sampah di Lombok Tengah saat ini mencapai sekitar 80 ton per hari. Dengan jumlah tersebut, pihaknya menilai idealnya diperlukan setidaknya tiga depo TPS untuk dapat mengakomodasi pengelolaan sampah secara optimal.
Ia juga mengakui bahwa keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah di daerah. Untuk itu, DLH saat ini mengoptimalkan tenaga kebersihan dengan sistem kerja ekstra guna memastikan tidak terjadi penumpukan sampah dalam satu hari.
“Petugas kebersihan kami kerahkan secara maksimal agar sampah bisa langsung tertangani di hari yang sama, sehingga tidak menimbulkan bau yang mengganggu masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lalu Sarkin menambahkan bahwa untuk memaksimalkan pengendalian sampah, pihaknya sangat membutuhkan dukungan alat berat seperti kato loader, penambahan kontainer sampah, serta armada truk pengangkut. Dengan dukungan tersebut, diharapkan pelayanan pengelolaan sampah di Lombok Tengah dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Kegiatan monev ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah di Lombok Tengah, sekaligus memperkuat sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menghadirkan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat. (*)










.jpeg)
