Jaga Kebersihan Ruang Publik, DLH Loteng Bersihkan Sampah Usai CFD
Personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah bergerak membersihkan sampah yang ditinggalkan setelah kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap hari Ahad atau Minggu. Kegiatan pembersihan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan kawasan yang digunakan masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas tetap bersih dan nyaman.
Seusai kegiatan CFD, petugas kebersihan DLH Lombok Tengah langsung melakukan penanganan sampah yang berserakan di sepanjang area kegiatan. Sampah yang terkumpul kemudian dibersihkan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun mencemari lingkungan sekitar.
Kegiatan Car Free Day yang menjadi salah satu ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga, berjalan santai, dan berkumpul bersama keluarga, biasanya turut diikuti aktivitas perdagangan oleh pelaku usaha kecil. Berbagai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menghasilkan sampah apabila tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan.
Karena itu, kehadiran personel DLH Lombok Tengah dalam membersihkan sampah setelah CFD menjadi bagian penting dari upaya menjaga kawasan publik agar tetap tertata dan nyaman digunakan.
Pembersihan dilakukan untuk memastikan sampah yang dihasilkan selama kegiatan tidak dibiarkan menumpuk atau berserakan. Penanganan sampah setelah kegiatan berakhir juga diperlukan agar kawasan tersebut dapat kembali digunakan masyarakat dalam kondisi bersih.
Pelaksanaan Car Free Day tidak hanya berkaitan dengan aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat, tetapi juga membutuhkan komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pengunjung, pedagang, penyelenggara, serta petugas kebersihan memiliki peran masing-masing untuk memastikan kegiatan berlangsung tanpa meninggalkan persoalan sampah.

DLH Lombok Tengah melalui personel kebersihan terus melakukan penanganan sampah di kawasan kegiatan. Namun, upaya petugas akan lebih maksimal apabila masyarakat turut berpartisipasi dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Kesadaran tersebut penting untuk dibangun karena kebersihan ruang publik tidak semata-mata bergantung pada petugas yang melakukan pembersihan setelah kegiatan selesai. Perilaku masyarakat selama kegiatan berlangsung turut menentukan banyaknya sampah yang harus ditangani.
Pengunjung diharapkan tidak meninggalkan bungkus makanan, gelas plastik, botol minuman, kantong plastik, maupun jenis sampah lainnya di sepanjang jalur CFD. Sementara itu, para pedagang diharapkan menyediakan tempat penampungan sampah sederhana di area berjualan dan memastikan lokasi usahanya kembali bersih setelah aktivitas perdagangan berakhir.
Dengan langkah sederhana tersebut, volume sampah yang berserakan dapat ditekan sehingga pekerjaan petugas kebersihan menjadi lebih ringan.
Pembersihan sampah setelah Car Free Day juga menjadi pengingat bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan kebersihan yang dilakukan petugas pemerintah daerah perlu berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari.
Ruang publik yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Sebaliknya, sampah yang dibiarkan menumpuk dapat mengurangi keindahan kawasan, mengganggu kenyamanan pengunjung, serta berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Oleh sebab itu, kegiatan CFD perlu terus didukung dengan kebiasaan menjaga kebersihan sejak dari diri sendiri. Masyarakat dapat memulainya dengan membawa wadah minum yang dapat digunakan kembali, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memilah dan membuang sampah sesuai tempatnya.
Selain itu, penyediaan tempat sampah yang memadai dan penataan aktivitas pedagang juga menjadi faktor pendukung dalam menciptakan kegiatan CFD yang lebih tertib dan ramah lingkungan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya hidup bersih di tengah masyarakat Lombok Tengah, sekaligus menumbuhkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Upaya personel DLH Lombok Tengah membersihkan sampah seusai kegiatan Car Free Day merupakan bagian dari pentingnya menjaga kebersihan kawasan publik secara berkelanjutan. Penanganan sampah yang dilakukan setelah kegiatan berakhir membantu memastikan lingkungan tetap terawat dan dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan pengunjung diharapkan semakin kuat. Dengan demikian, Car Free Day tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kebugaran dan interaksi sosial, tetapi juga dapat menjadi contoh penerapan perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan. (*)











.jpeg)