KKN UNRAM Gandeng DLH dan Diskominfo Dorong Potensi Alam Desa Lantan Menembus Pasar Digital
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (UNRAM) yang bertugas di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk "Pengembangan Potensi Alam Desa dan Pelatihan Pemasaran Digital Melalui Media Sosial", Minggu (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi sumber daya alam desa secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kemampuan pemasaran produk lokal melalui platform digital.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh masyarakat, pelaku Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perangkat desa, serta pemuda setempat yang
antusias mengikuti rangkaian materi dan sesi diskusi. Kegiatan ini merupakan
bagian dari program kerja mahasiswa KKN UNRAM yang bertujuan memperkuat sinergi
antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung
pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, mahasiswa KKN
menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok
Tengah dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lombok Tengah.
Dari DLH Kabupaten Lombok Tengah, materi disampaikan oleh
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Lalu
Muhamadun, didampingi Muhamad Nur Arif. Dalam paparannya, dijelaskan
bahwa Desa Lantan memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan
berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk unggulan yang
memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar.
Menurut Lalu Muhamadun, pengelolaan sumber daya alam yang
dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan dapat menjadi salah satu motor
penggerak perekonomian masyarakat desa. Potensi tersebut perlu diolah menjadi
produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan
pendapatan masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
"Desa Lantan memiliki potensi alam yang sangat baik.
Yang diperlukan saat ini adalah bagaimana potensi tersebut dapat diolah menjadi
produk yang bernilai ekonomi sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Pengembangan usaha berbasis potensi lokal harus dilakukan secara berkelanjutan
agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," jelasnya.
Selain membahas pengembangan potensi alam, peserta juga
memperoleh materi mengenai pentingnya pemasaran digital dalam mendukung
perkembangan usaha mikro dan produk lokal. Pemanfaatan media sosial dinilai
menjadi salah satu strategi yang efektif untuk memperkenalkan produk kepada
konsumen yang lebih luas dengan biaya promosi yang relatif terjangkau.
Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada
berbagai strategi pemasaran digital, mulai dari membangun identitas produk,
membuat konten promosi yang menarik, hingga memanfaatkan berbagai platform
media sosial sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan pelanggan. Dengan
meningkatnya kemampuan digital masyarakat, diharapkan produk-produk lokal Desa
Lantan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam kesempatan yang sama, peserta juga mendapatkan
informasi mengenai mekanisme dan prosedur pengajuan bantuan pemerintah sebagai
bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha berbasis potensi desa. Informasi
tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelaku UMKM dan kelompok
masyarakat dalam mengakses berbagai program pemberdayaan yang disediakan
pemerintah.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta menyampaikan
berbagai pertanyaan terkait pengembangan usaha, pengelolaan sumber daya alam,
strategi pemasaran digital, hingga peluang memperoleh dukungan program
pemerintah. Antusiasme masyarakat menunjukkan tingginya minat untuk
mengembangkan potensi desa secara lebih inovatif dan berorientasi pada
peningkatan kesejahteraan.
Mahasiswa KKN UNRAM berharap kegiatan ini tidak berhenti
sebagai sosialisasi semata, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun
ekosistem pengembangan potensi desa yang melibatkan seluruh pemangku
kepentingan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah
desa, pelaku usaha, dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam menciptakan
desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. (*)











